|
Yehezkiel 25:17 Aku akan melakukan pembalasan yang kejam terhadap mereka disertai penghajaran-penghajaran kemarahan. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada waktu Aku melakukan pembalasan-Ku terhadap mereka." Murka Allah dalam ayat di atas bukan kepada anak-anak-Nya tetapi kepada musuh Allah yaitu iblis yang memakai orang-orang fasik atau keadaan untuk menindas umat Tuhan. Pada saat pembalasan dan murka Allah terjadi maka umat Allah mengalami pembebasan. Mengapa Allah harus membalaskan murkaNya ? 1. Allah harus membalaskan murkaNya – jika kejahatan atau kefasikan SUDAH GENAP, jika kedurhakaan atau penindasan terhadap orang-orang benar sudah melewati batas toleransi Allah. Selama bangsa Israel mengalami penindasan di Mesir, mereka menangis dan berkeluh kesah kepada Allah sampai akhirnya Allah mendengar dan turun tangan, siap untuk membasmi musuh dan membebaskan mereka, Keluaran 3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Lalu Dalam persistiwa Sodom dan gomora, Kejadian 18:21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya." Kadang memang Allah ijinkan orang-orang percaya alami penindasan, tetapi Allah tidak akan selamanya membiarkan ketidakadilan dan kejahatan berkuasa. Kalimat “telah sampai kepada-Ku” atau “Allah mendengar” dalam ayat-ayat di atas mempunyai makna bahwa kejahatan sudah genap atau sudah melewati batas toleransi Allah. Jadi jika saudara hidup dalam kebenaran Allah, tetapi terus mengalami penindasan, maka TIDAK AKAN SELAMANYA anda berada dalam keadaan demikian. Allah pasti akan membebaskan saudara pada waktunya. Mazmur 55:23 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. 2. Allah harus membalaskan murkaNya karena kecemburuan Allah. Ia tidak mau ada illah yang menjadi begitu sombong dan ditinggikan orang fasik menguasai jiwa manusia. Allah melakukan pembasmian terhadap kefasikan dan kejahatan, lalu orang percaya diijinkan mengambil alih kekuasaan, naik menjadi kepala. Dan jika hal ini terjadi maka semuanya bukan karena kita, tapi demi namaNya, untuk kemuliaanNya. Yesaya 9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Allah merencanakan untuk membangun umat Kerajaan, memanggil saudara untuk percaya kepada Yesus dan melibatkan dalam rencana besarNya, semuanya karena kecemburuan Allah, demi namaNya. 3. Allah harus membalaskan murkaNya dan menolong orang percaya, karena PERJANJIAN, karena Allah memegang setia perjanjian-Nya dan kita adalah anak-anak perjanjian. Ulangan 9:5 Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub. Kepada orang-orang percaya yang terikat kepada Tuhan, yang menghormati perjanjian dengan Allah dan menjaga hidup dalam kekudusan, maka Allah akan membela dan menggenapi janji-janjiNya. Bagaimana sikap kita dalam menantikan janji Allah ? Dengan selalu menempatkan diri anda pada posisi Allah, sehingga ketika hukuman Allah tiba bagi orang fasik kita tidak mengalami dampak penghukuman bahkan kita menerima pemindahan atau pengalihan kekuasaan dan menerima berkat-berkat Allah yang memang seharusnya disediakan untuk orang-orang percaya. Yesaya 30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." 1. Dengan bertobat dan tinggal diam. Bukan hanya bertobat saat lahir baru, tetapi terus mempertahankan bahkan semakin mengejar kesucian. Mengalami perubahan yang progresif dari satu tingkat ke tingkat yang lebih baik (tinggi) dan tidak pernah kembali kepada keadaan yang sebelumnya, itulah yang disebut metamorfosa. Telur menjadi ulat, tidak pernah kembali lagi menjadi telur. Demikian juga kupu-kupu tidak akan pernah kembali menjadi ulat. 2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak brselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah (metamorfosa) menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 2. Tinggal tenang. Dimana kita bisa tinggal tenang dalam jaman yang hiruk pikuk, yang tidak ada kepastian ? hanya di dalam pribadi Yesus ! Yesus adalah pelabuhan kesukaan kita, Alkitab menuliskan tentang orang-orang yang ditolong oleh Allah, “Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka”. (Mazmur 107:30) Sabbat bagi orang percaya adalah Yesus, bukan hari dan bukan ritual agama. Sabbat atau perhentian, dimana kita mengalami “kelegaan”, ketenangan atau kepuasan, Yesus mengatakan “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Yesus sudah kembali kepada Bapa, tetapi Dia mengirimkan pribadi Allah Roh Kudus bagi kita, maka melalui Roh Kuduslah Yesus memberi kita ketenangan. Umat percaya harus minta kepada Bapa. Lukas 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Tuhan memberkati, Ida SP |